Arsitektur Ramah Lingkungan



       Arsitektur yang berlandaskan pada pemikiran “meminimalkan penggunaan energi tanpa membatasi atau merubah fungsi bangunan, kenyamanan maupun produktivitas penghuninya” dengan memanfaatkan sains dan teknologi mutakhir secara aktif.
   Dibawah ini akan dibahas 2 buah desain arsitektur yang memiliki konsep ramah lingkungan. Mengambil contoh dari sebuah bangunan komersil dan sebuah rumah tinggal.

The Green Building




            The Green Building, sebuah gedung komersial campuran seluas 10.175 sqf yang menampung galeri, ruang acara, kantor, ruang kantor penyewa, ruang konferensi, dan ruang restoran penyewa terpisah. Dengan konsep arsitektur ramah lingkungan, membuat gedung ini memiliki nilai lebih.
         Kenapa gedung ini dapat di sebut gedung dengan konsep arsitekur ramah lingkungan. Karena jika dilihat kembali, sudah terlihat pada bagian facad, sang arsitek menggunakan material batubata. Maupun batu bata tidak bisa menjadi sebuah pembanding, tapi setelah ditelusuri ternyata pada beberapa bagian batu bata berasal dari bangunan aslinya yang di bongkar secara hati-hati dan di gunakan kembali. Tidak hanya batu bata, kayu struktural dari bangunan aslinya di gunakan kembali dengan cara di giling ulang dan di jadikan sebagai lantai dan perabotan.
          Setelah penggunaan kembali material sebelumnya. Gedung ini juga mengefisiensikan penggunaan air. Dengan cara, saat hujan air akan diserap di atap hijau (sebuah atap dengan taman) lalu air-air yang diserap, dikumpulkan di dalam tong yang kemudian di salurkan ke taman- taman di sekitar gedung.
          Selain itu, The Green Building ternyata dapat menghemat 30.000 pon CO2 per bulan, lebih dari cukup untuk mengimbangi jejak karbon dari semua kendaraan karyawannya. Berkat 81 panel surya, sebuah sistem penyimpanan es 1,100 galon, dan dua belas sumur geothermal 225 kaki di bawah gedung.
        Sang arsitek juga mendaur ulang bahan-bahan yang digunakan pada bangunan aslinya dengan digunakan kembali pada The Green Building serta dengan menyumbang ke pekarangan setempat, perusahaan konstruksi, pertanian terdekat, dan Habitat Restore for Habitat.
            Dengan beberapa poin diatas , sudah membuktikan bahwa benar gedung ini memiliki konsep arsitektur ramah lingkungan.

Breathing House

                                                                                                                                                                                               
              Breathing House merupakan salah satu bangunan dengan konsep arsitektur ramah lingkungan yang berada di Indonesia. Karena indonesia berada di daerah tropis, maka desain rumah harus dapat mengakomodasi iklim. Breathing House berfokus pada sumber daya alam untuk penerangan dan ventilasi.
               Rumah ini sendiri terdiri dari 3 lantai. Untuk lantai dasar digunakan sebagai area publik. Pada lantai dasar sang arsitek membuat sebuah ventilasi besar dibeberapa area yang memiliki skylight dibagian atasnya supaya dapat ‘bernapas’ secara alami. Serta terdapat kolam berenang dalam ruangan dibawah skylight, yang berguna untuk menurunkan suhu ruangan secara alami.
            Pada lantai 3, sang arsitek membuat sebuah taman atap yang digunakan sebagai tempat terbuka tambahan untuk melakukan kegiatan diluar serta acara keluarga dengan memanfaatkan penghawaan yang alami.
            Ternyata sang aristek menggunakan bahan alami dan hijau seperti batu bata, Gain Reinforced Cement (GRC), dan juga mendaur ulang logam dieksplorasi untuk memiliki desain baru kontemporer.
            Saat hujan tiba, rumah tinggal ini bekerja mandiri dengan cara menampung serta menyimpan air hujan. Sehingga air hujan dapat digunakan untuk menyiram tanaman di kebun dan mencuci mobil.
            Breathing House tidak hanya mengusung pada pemanfaatan skylight serta penghawaan alami yang sehingga dapat menghemat energi. Tetapi juga dengan cara meminimalisir penggunaan air sehingga dapat menghemat penggunaan air.
            Dengan beberapa poin diatas dapat dilihat bahwa Breathing House merupakan salah satu desain rumah modern yang menggunakan konsep arsitektur ramah lingkungan.

Arsitektur dan Lingkungan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manusia dan Keadilan

Wawasan Nusantara III