Arsitek Terbaik Dalam Sejarah Islam, Siapakah Dia?

Dia adalah Mimar Sinan, seorang arsitek yang hidup di era Khilafah Ustmaniyah, lahir di Anatolia pada tahun 1489. Arsitek yang sangat berpengaruh di era Turki Ustmani hingga ia mendapatkan gelar “The Great Architect Sinan “ .

Ayah Sinan bernama Abdul Manan yang merupakan seorang tukang kayu dan batu. Semasa muda Sinan mendaftarkan diri ke akademi militer Janissary. Saat itu kepemimpinan khilafah Utsmaniyah dipegang oleh Sultan Salim I.

Ternyata Sinan mendapatkan ilmu yang sangat banyak tentang arsitektur dan ilmu tentang teknologi bangunan saat berada di akademi militer tersebut Seiring waktu berjalan, pangkat kemiliteran Sinan pun mulai naik, ia menduduki posisi yang strategis. Ia turut serta dalam aktivitas-aktivitas militer Utsmani di Eropa, Afrika, dan Persia.
Akhirnya pada tahun 1538, kerajaan benar-benar mengapresiasi kemampuannya ini dan menetapkannya sebagai Menteri Pembangunan Kerajaan Utsmani.

Di masa awal karirnya, Sinan membangun masjid-masjid kecil terlebih dahulu di wilayah-wilayah baru Utsmani.

Pada tahun 1543, Sultan Sulaiman mendapatkan sebuah musibah dengan meninggalnya salah satu putranya, yaitu Sultan Muhammad. Kejadian ini menimbulkan niatan pada sultan untuk membangun sebuah masjid megah yang ia gunakan untuk melayani umat Islam di Istanbul sekaligus sebagai pahala jariyah untuk sang anak. Momen ini sekaligus kesempatan bagi Sinan untuk bertanggung jawab atas proyek yang besar.

Selama empat tahun, Sinan mengerjakan proyek yang disebut dengan Sehzade Jami’(Masjid Pangeran) di pusat Kota Istanbul. Di lingkungan masjid ini terdapat komplek yang terdiri dari sekolah, dapur umum bagi kaum miskin, tempat tidur bagi wisatawan, dan makam Sultan Muhammad.

Masjid Pangeran

Masjid besar berikutnya yang proyek pembangunannya dipimpin oleh Mimar Sinan adalah Masjid Sultan Sulaiman. Sultan Sulaiman menginginkan agar Kota Istanbul kembali dihiasi oleh masjid raksasa lainnya. Kali ini masjid tersebut atas namanya sendiri. 
Proyek besar Masjid Sultan Sulaiman ini direncanakan akan rampung pembangunannya dalam waktu tujuh tahun. Selama lima tahun, Mimar Sinan sibuk membangun pondasi masjid besar ini. Sampai-sampai Sultan Sulaiman mengira Mimar melarikan diri dari pembangunan karena dia sangat sibuk di area bawah tanah untuk membangun pondasi masjid.
Pada tahun 1557, selesailah pembangunan Masjid Sultan Sulaiman, dan ini adalah sebuah karya yang sangat fenomenal. Sebuah masjid besar dengan interior yang luar biasa, ketinggian langit-langit di ruang dalam menunjukkan kerumitan pembangunannya, kubah-kubah yang menunjukkan perhitungan geometri yang detail, di bagian luar terdapat empat menara ramping yang menjulang setinggi 50 m, saat itu menara ini benar-benar sesuatu yang menakjubkan, tidak ada arsitek yang mampu membuat serupa dengannya.

Masjid Sultan Sulaiman

Setelah Sultan Sulaiman wafat pada tahun 1566 M, putranya dan pewaris tahtanya, Sultan Salim II, memiliki keinginan untuk membangun masjid atas namanya dan diperuntukkan untuk melayani kaum muslimin. Masjid Sultan Salim II ini rencananya akan dibangun di Kota Edirne 200 km dari Istanbul. Saat pembangunan berlangsung, usia Mimar Sinan sudah menginjak 70 tahun lebih, namun semangatnya masih tetap berkobar. Mimar Sinan menyebutkan bahwa komplek Masjid Sultan Salim II atau disebut Selimye adalah masterpiece-nya. Kubah masjid yang dibangun di atas tumpuan segi delapan memungkinkan masjid ini dibangun dengan tinggi yang pada akhirnya mengalahkan Hagia Sophia.

Masjid Sultan Salim II

Mimar Sinan wafat pada tahun 1588 di usia 98 tahun. Ia dimakamkan di komplek Masjid Sultan Sulaiman. Mimar Sinan banyak meninggalkan warisan pembangunan.
Oleh karena itu, tidak heran apabila Mimar Sinan dianggap sebagai arsitek terbesar dalam sejarah peradaban Islam. Karena bangunan yang di hasilkan terus dikenang dan dikagumi oleh orang-orang hingga abad modern ini.

Sumber :
http://yushanotes.blogspot.co.id/2013/05/mimar-sinan-arsitek-muslim-yang-menjadi.html
http://kisahmuslim.com/4178-arsitek-terbaik-dalam-sejarah-islam.html



  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arsitektur Ramah Lingkungan

Manusia dan Keadilan

Wawasan Nusantara III